LIFE MUST GO ON

The Most Wanted

Minggu, 25 Desember 2011

Optimalisasi Sinergi Perwakilan DPD Mengatasi Ketertinggalan




Banyak masyarakat berusaha mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Para elite politik pun berlomba menjadi anggota DPD-RI dengan rayuan gombal janji-janji manis yang tidak sesuai porsinya. Janji memberikan perubahan terhadap kehidupan rakyat agar hidup layak, hal itu memang sepertinya masuk akal, karena rakyat memiliki harapan yang sangat besar terhadap perubahan nasibnya.
Namun, apa yang terjadi, hari demi hari hanya kita lewati dengan tontonan anggota dewan yang mahir bersandiwara dalam lakon pionir kepentingan negara. Semua rakyat tersihir hingga enggan berpikir kedaulatan suatu negara. Di negeri budaya timur yang semakin luntur, semuanya terkesan bisa diatur. Keanehan sekeji apapun bisa membaur. Kebijakan pun bisa terbentur jungkir balik sesuai keinginan yang mengatur.
Ketidakpedulian wakil rakyat terhadap mimpi rakyatnya, disinyalir atas kurangnya integritas yang dimiliki dalam menerjemahkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka tidak mampu berperan sebagai sosok teladan, melainkan hanya mampu berperan sebagai subjek candaan. Hal ini dikarenakan, ucapan dan tingkah mereka hanya sebatas wacana belaka tanpa realitas semata. Padahal, tiap-tiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak, maka menjadi wakil rakyat yang selayaknya di pemerintahan tidak hanya sekedar formalitas.
Untuk menghindari opini-opini negatif tersebut, seorang wakil rakyat harus bersemangat dalam menunaikan tugas sebaik-baiknya dengan tetap menjaga mutu dan kualitas kerja tanpa harus main suap-suapan, namun harus tepat janji. Jika ada kesempatan, saya pun tertarik mencalonkan diri menjadi wakil rakyat untuk membuktikan bahwa janji yang sudah tercipta bukan hanya menjadi bagian tanggung jawab saya tetapi juga tanggung jawab bersama.

 Seandainya saya menjadi anggota DPD, saya akan merekomendasikan KonSoLiDaSi :
1.      KONtrol aspirasi masyarakat dan daerah melalui kewajiban anggota DPD yang  menyerap, menampung, dan menindaklanjuti opini umum dan tanggap atas permasalahan melalui metode yang disebut rekonstrukturisasi dan reaktualisasi yang responsif. Selain itu, saya juga akan melakukan kontrol pengawasan fungsi dan kewenangan anggota DPR melalui metode Investigation Reporting untuk menghasilkan kinerja DPR yang produktif, komitmen kuat, dan pengambil keputusan yang bijak. Diharapkan dengan metode kontrol aspirasi dan pengawasan ini, masyarakat akan terlibat aktif mengawasi kebijakan pemerintah untuk publik sehingga tercipta iklim trust and respect; sebuah budaya yang saling percaya dengan adanya keterbukaan dan kejujuran.
2.      SOsialisasi kesadaran hukum untuk publik.
Hal ini diperlukan dalam mengatasi korupsi dan intervensi dari pihak lain melalui rehabilitasi regulasi untuk mewujudkan reintegrasi terhadap sense of belonging & sense of responsibility untuk kepentingan masyarakat luas berasaskan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3.      LIsensi kelayakan transportasi umum dan pihak-pihak pelayanan terkait yang mengutamakan keramahan lingkungan dalam reformasi birokrasi lingkungan hidup. Semoga program ini mampu mengatasi krisis lingkungan, kriminal, kemacetan, dan kerusakan jalan yang mendominasi kepentingan umum.
4.      DArmabakti upaya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui jaminan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan dengan metode target yang tepat guna untuk perbaikan ekonomi yang signifikan.
5.      SIaga akan situasi dan kondisi keamanan yang mengancam NKRI terutama di wilayah perbatasan demi mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Itulah KonSoLiDaSi yang akan saya lakukan sebagai optimalisasi sinergi perwakilan DPD untuk mengatasi ketertinggalan. Ingatlah kalimat bijak, “Hiduplah seperti hidupmu akan berakhir hari ini dan berkaryalah seperti kita akan hidup selamanya.”.

3 komentar:

  1. tulisannya menarik..
    like kalimat bijak ny..
    semangat terus unt menulis..
    ^_^,.

    BalasHapus
  2. Sahabat, Kita hidup di dunia ini tidak sendiri, namun saling bergantung satu sama lain. Kita sangat membutuhkan orang lain agar hidup kita tidak menjadi kaku dan monoton. Disadari atau tidak, manusia secara alami memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena itu, apa yang kita lakukan pada orang lain dan apa yang kita perbuat saat ini, bisa memberi dampak yang terkadang tidak kita sangka di masa mendatang.
    Terus bergerak menembus batas !
    L.A.N.J.U.T.K.A.N

    BalasHapus
  3. Tulisan yang menarik....tapi sayang background blog cukup menganggu....

    BalasHapus